Author: A. Cheo
Cast: Woorin (OC), Kyuhyun, and other.
Genre: school life, friendship, married life, romance, sad, comedy (maybe????)
Type: chapter
Rating: PG-13
Disclaimer : FF ini murni karya author, dan bukan merupakan hasil jiplakan/copy-an. FF ini milik author sendiri, tapi untuk castnya author hanya pinjam ya....
*Happy reading...*
"Hiikks... hiiks... " terlihat seorang gadis sedang menangis sendirian di pinggir jalan dengan dingin yang menyelimutinya di bawah hujan. Tubuhnya yang kecil tak bisa menahan akan rasa dingin yang ia rasakan. Tubuhnya pun semakin menggigil. Gadis itu bernama Woorin. Lengkapnya Oh Woorin. Dia terlahir dari keluarga kaya. Ia seorang gadis yang Cantik, pekerja keras, baik hati, rajin menabung dan tidak manja. Bisa dibilang hampir sempurna. Namun ada satu hal yang membuat hidupnya menjadi tidak sempurna yaitu dia mempunyai ayah yang sangat tidak menyukainya.
~Flashback~
Woorin berjalan pulang dari rumah Nana yang merupakan sahabat satu-satunya. Keluarga Nana akan pindah ke luar negeri. Maka dari itu, Woorin pergi ke rumah Nana untuk mengucapkan salam perpisahan.
"mengapa Nana harus pergi???" batin Woorin dalam hati saat berjalan pulang.
"bukankah itu Woorin? mengapa dia di jalan sambil melamun? Itu kan bahaya." Gumam eomma Woorin yang pulang dari pasar dengan barang belanjaannya.
"Woorin... Woorin-ah..... " teriak eomma Woorin memanggil anaknya yang ada di seberang jalan.
Woorin tak mendengar teriakan eommanya. Ia terus berjalan menyaberang jalan tanpa menyadari kalau ada mobil melaju dengan cepat menghampirinya.
"Ttiinnn.... Tttiiiiin..... tiiiiiiiiiiiiiinn........" suara klakson mobil.
Woorin baru menyadari saat mendengar klakson mobil yang dibunyikan oleh si pengemudi, saat mobil itu sudah sangat dekat. Woorin menoleh ke arah mobil. Pada saat itu Woorin hanya bisa memejamkan matanya dan dia tidak bisa berpikir apa-apa lagi, dia merasa takut untuk memikirkan hal yang akan terjadi. Dan pada saat itu, Woorin merasa ada seseorang yang mendorong tubuhnya sampai ia terjatuh ke pinggir jalan. Ia melihat seseorang itu tertabrak mobil.
Woorin cepat-cepat berdiri untuk melihat siapa orang yang telah menyelamatkannya. Woorin kaget saat mengetahui siapa orang yang telah menyelamatkannya.
"Eomma.... Eomma.... Eomma..... " panggil Woorin pada eommanya yang ternyata eommanyalah yang telah menyelamatkannya.
***
Rumah sakit
"Eomma... eomma harus bangun. Jangan tinggalkan aku... . kalau eomma pergi aku bersama siapa? ayah selalu memarahiku habis-habisan jika aku berbuat sedikit kesalahan saja." ucap Woorin pada eommanya yang tak sadarkan diri.
-----
Menunggu di ruang tunggu.
"Ap-Appa... " panggil Woorin dengan ketakutan pada ayahnya yang baru saja sampai di rumah sakit.
"bagaimana keadaan eommamu?" Tanya appa Woorin dengan khawatir.
"Appa... ini semua salahku. Kalau saja waktu itu aku tidak disana, kalau saja waktu itu aku tidak me-..."
"ya... memang itu semua salahmu." Potong appa Woorin, Woorin terdiam tak melanjutkan ucapannya.
"Kalau terjadi sesuatu pada eommamu, aku tidak akan sudi melihat wajahmu lagi" bentak appa Woorin padanya.
-----
Dokter keluar dari ruang UGD dimana eomma Woorin berada disana.
"dokter, bagaimana keadaan eomma saya? Baik-baik saja kan?" Tanya Woorin berharap eommanya baik-baik saja.
"dokter, bagaimana keadaan istri saya?" lanjut appa Woorin.
"Maaf, tuhan berkehendak lain. Istri anda tidak dapat terselamatkan." Ucap dokter membuat Woorin dan ayahnya menangis tak percaya kalau eommanya sudah tiada.
-----
Setelah pemakaman eomma Woorin.
-----
"aku sudah bilang padamu kan tadi? Jika terjadi sesuatu terjadi pada eommamu, aku tak sudi lagi melihat wajahmu. Ini semua terjadi karena kesalahanmu. Pergi dari sini! Pergi! Wajahmu mengingatkanku padanya." Usir appa Woorin padanya.
"Appa.... Aku tidak punya siapa-siapa lagi selain appa. Aku mohon jangan usir aku appa" Woorin berlutut di depan appanya memohon dengan meneteskan air mata. Setelah sedih karena kepergian eommanya. Kini ia juga diusir dari rumah oleh appanya. Ahh... menyedihkan sekali nasib Woorin.
"aku tidak peduli. Kau harus pergi dari sini!" ucap appa Woorin tanpa peduli dan langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Woorin.
~Flashback end~
"kemana aku harus pergi? Ini kan sudah hampir petang. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Sahabatku Yoona baru saja pindah keluar negeri. Aku benar-benar tidak punya siapa-siapa lagi." Gumamnya sambil berjalan dalam terpaan angin dan hujan.
Semakin lama terkena hujan, tubuh Woorin semakin melemah, ia merasa akan jatuh pingsan. Saat terjatuh, Woorin merasa ada seseorang yang menyangga tubuhnya dari belakang, dan seketika itu, mata Woorin terpejam tak tahu apa yang terjadi seanjutnya.
"Hei.. Yak... kau, kenapa pingsan disini?" Tanya seorang namja yang ternyata orang yang telah menyangga tubuh Woorin..pria itu kelihatan mabuk.
"aahhh... merepotkanku saja!" kata namja tadi yang merasa direpotkan. Tapi, ia tidak tega meninggalkan seorang yeoja yang sedang pingsang di bawah terpaan hujan.
Namja itu tak tahu harus membawa Woorin kemana. Ia memutuskan untuk membawa Woorin ke apartementnya. Sesampainya di apartement, namja itu membawa Woorin ke kamarnya. Kemudian ia pergi ke kamar mandi untuk ganti baju. Setelah selesai, ia keluar dari kamar mandi. Ia melangkah mendekati yeoja yang ditemukannya tadi dan juga hingga saat ini belum ia ketahui namanya kemudian ia melihat ke arah baju yang dikenakan oleh yeoja(Woorin) basah. Ia ragu apakah ia akan membiarkan yeoja itu dengan baju basahnya dan akhirnya akan membuat yeoja itu sakit atau melepaskan bajunya dengan konsekuensi yang mungkin akan berbahaya. Ia adalah bukan seorang namja yang tega membiarkan sesorang sakit. Lalu ia memutuskan untuk melepaskan baju yeoja tersebut. Ia melakukannya dengan hati-hati sambil menutup mata. Jangan sampai ia menyentuh sesuatu yang tak seharusnya. Namun, tangannya malah menyentuh sesuatu yang menurutnya aneh. Ia memutuskan untuk melihatnya sekilas namun setelah membuka matanya ia tidak langsung memejamkan matanya kembali. Tangannya tepat memegang salah satu gundukan di sana. Ia tetaplah namja normal yang nafsunya bisa muncul kapan saja. Apalagi ia masih dalam kondisi tepengaruh alkohol. Dan selanjutnya hanya namja itu dan tuhan yang tahu.
TBC.....
Bye bye. Semoga suka dengan FF ini. ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar