Chapter 2 - Mistake
Author: A. Cheo
Cast: Woorin (OC), Kyuhyun, and other.
Genre: school life, friendship, married life, romance, sad, comedy (maybe????)
Type: chapter
Rating: PG-13
Disclaimer : FF ini murni karya author, dan bukan merupakan hasil jiplakan/copy-an. FF ini milik author sendiri, tapi untuk castnya author hanya pinjam ya....
*Happy reading...*
Sinar matahari masuk ke kamar melalui celah jendela mengenai wajah dua
manusia yang tidur dengan berpelukan tanpa memakai sehelai benang pun. Hanya
tertutupi dengan selimut. Sesaat kemudian, yeoja itu membuka matanya perlahan.
Ia masih merasakan pusing dikepalanya akibat hujan kemarin. Ia merasakan
tubuhnya sedikit aneh. Ada sesuatu yang berat yang menimpa tubuhnya. Masih
belum sadar sepenuhnya, Ia menolehkan kepalanya ke arah samping kirinya dan
melihat seorang pria sedang tertidur pulas tanpa busana yang tertutupi selimut.
Dan akhirnya....
“AAAAKhh.....”
teriak Woorin shock dengan apa yang ia lihat dan yang terjadi pada dirinya.
Bangun dari tidur di tempat asing tanpa busana dan di sampingnya terdapat pria
yang tak dikenalnya. Pria itu merasa terusik dari tidurnya dan membuatnya
bangun.
“kau siapa???
Apa yang kau lakukan padaku?” ujar Woorin terisak sambil menutup tubuh bagian
atasnya dengan sellimut.
Namja itu
bangun mengumpulkan kesadarannya. Ia melihat ke arah yeoja di sampingnya dan
melihat pada dirinya sendiri. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.
Muncullah ingatannya tentang kejadian semalam. Ia merasa bersalah. Tidak
seharusnya ia melakukannya. Itulah sebabnya ia tidak pernah mau yang namanya
minum alkohol. Ia tidak akan bisa mengontrol dirinya ketika sudah meminumnya.
“Mianhae....
aku tidak sengaja. Aku kemarin mabuk.” ucap namja itu.
“Hiks....
Hiks.... apakah kata maaf bisa mengembalikan seperti semula. Bagaimana masa
depanku nanti?? Bahkan aku masih sekolah. Bagaimana nanti kalau aku hamil??” ia
merancau memikirkan nasib masa depannya yang entah bagaimana jadinya.
“hah...??”
namja itu terkejut dengan ucapan yeoja itu. Ia mengatakan bahwa dirinya masih
sekolah.
“Wahh... Kyu.
Kau telah meniduri gadis yang masih sekolah.” Batin namja itu.
“aku akan
bertanggung jawab. Aku akan menikahimu” ucap sang namja untuk menenangkan yeoja
yang terus menangis.
“entah mengapa
aku bisa langsung mengatakan itu. Aku melihatnya yang sedang menangis membuat
hatiku seperti ada sesuatu yang berbeda. Hah... entahlah.” Batin Kyuhyun.
“bagaimana aku
bisa menikah. Aku masih sekolah.”
“begini saja.
Karena kau masih sekolah, kita akan menikah diam-diam. mendaftarkan pernikahan
kita. Dan ini menjadi rahasia.”
“baiklah”
“ngomong
ngomong.... kita belum memperkenalkan diri. Masa,, mau menikah tapi tidak
mengetahui identitas masing-masing. Cho Kyuhyun imnida...”
“Oh Woorin imnida.... panggil saja Seohyun”
---*---
-Woorin Pov-
“ngomong
ngomong.... kita belum memperkenalkan diri. Masa,, mau menikah tapi tidak
mengetahui identitas masing-masing. Cho Kyuhyun imnida...” ucapnya dengan
tersenyum. Benar juga apa yang dikataknnya.
“Oh Woorin
imnida.... panggil saja Woorin”
“Oh iya...
dimana kau tinggal? Aku akan antarkan kau pulang. Sekalian saja aku akan
meminta ijin kepada orang tuamu untuk menikahimu.” Tanyanya yang entah mengapa
membuatku bingung harus menjawab dengan apa. Aku baru saja diusir appa dari
rumah. Dan kalau aku pulang dan diantar olehnya bagaimana ini?? Appa akan
tambah marah besar padaku.
#Woorin pov
"apa aku
harus berkata jujur tentang keadaanku sekarang? aku tidak bisa pulang. kalau
aku pulang mungkin appa akan bertambah marah padaku. apalagi katanya tadi ia
mau minta ijin pada orang tuaku. oh habislah aku...." kataku pada diriku
sendiri dalam hati yang sudah tidak bisa berfikir lagi.
"sebenarnya aku diusir appaku dari
rumah. apa kau tidak lihat aku bawa koper?" akuku padanya. membuatnya
melebarkan matanya terkejut.
"benarkah??? kupikir itu kau baru
pulang dari luar negeri karena kau membawa koper. tak ku sangka. ternyata kau
baru diusir dari rumah."
"...." aku hanya diam saja
"apakah kau tinggal dengan appa
tirimu? mengapa bisa sampai diusir dari rumah? padahal kau saja masih
sekolah" tanya penasaran.
"anni... dia appa kandungku. tapi,
mungkin karena kedua eommaku meninggal karenaku. appa jadi membenciku. eomma
kandungku meninggal karena melahirkanku. dan eomma tiriku kemarin baru saja
meninggal karena menyelamatkanku dari kecelakan. mungkin kalau dilihat, appa
kandungku seperti appa tiri dan eomma tiriku malah seperti eomma kandungku.
eh.. mengapa aku malah menceritakannya padamu." ceritaku panjang lebar.
entah mengapa aku bisa bercerita panjang lebar tanpa ku sadari.
"tragis sekali kisah hidupmu."
"memangnya ada larangan kau tidak
boleh bercerita padaku. aku akan menjadi suamimu." ucapnya membuat pipiku
memerah.
"ish... aku menyesal telah bercerita
padamu."
#pov end
#Kyuhyun pov
entah mengapa setelah mendengar kisah
tragis hidupnya yang diusir appanya, aku malah mengeluarkan kata-kata untuk
menggodanya bukan kata-kata simpatik yang harus diucapkan kepada orang yang
sedang terkena musibah. ahh... molla.
"apa aku menyukainya... mungkinkah aku
menyukai anak kecil. hatiku terasa berbeda ketika aku berada di dekatnya. ahh..
aku menyukai bocah yang bahkan masih sekolah. apa kata teman-temanku nanti
kalau aku menyukai seorang bocah. bahkan telah meni...inya. ah.. molla
molla."
tapi, memang benar. setiap dia ada
disampingku aku selalu ingin menggodanya. dengan menggodanya aku ingin ia
melupakan kesedihannya.
***

